HUJAN

Kamis, 14 November 2013



KATA PENGANTAR


Assalamualaikum Wr. Wb.
   Segala puji bagi Allah SWT yang telah banyak memberi kita nikmat selama ini juga sholawat beserta salam tak lupa pula kami haturkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad SAW yang telah banyak memberikan sauri teladan yag baik untuk kehidupan kita seraya mengucapkan Allahumma salli ala saiyidina muhammad wa ala alihi siyidina muhammad.
  Alhamdulillah makalah yang berjudul PENDAPATAN NASIONAL yang ditugaskan kepada kelompok kami akhirnya dapat diselesaikan juga.
Makalah kami ini sedikit banyak mengambarkan apa itu pendapatan nasional dan juga bagaimana sih pengelolaan pendapatan nasional itu.
  Semoga makalah ini bisa menjawab mengenai sedikit banyaknya tentang pendapatan nasional itu.
 Kami menyadari makalah kami masih jauh dari kesempurnaan, maka dari itu kritik dan saran dari segala pihak sangat kami butuhkan demi untuk menyempurnakan karya tulis ini.
Akhirnya atas segala perhatian kami berdua Ahmad yulis dan Devi aan setiawan mengucapkan terima kasih. Wassalamualaikum Wr. Wb.





Jambi,       September 2013








Hormat Kami


DAFTAR ISI

Kata pengantar.................................................................................................................... 1

BAB I
PENDAHULUAN.............................................................................................................. 3
A.      Latar belakang................................................................................................................... 3
B.       Rumusan msalah................................................................................................................ 4
C.       Tujuan penulisan................................................................................................................ 4

BAB II
PEMBAHASAN.............................................................................................................. 5
A.  Pendapatan Nasional........................................................................................................... 5
a.       Pengertian pendapatan nasional.............................................................................. 5
b.      Konsep pendapatan nasional................................................................................... 5
c.       Penghitungan pendapatan nasional......................................................................... 6
d.      Manfaaat pengitungan pendapatan nasional........................................................... 7
e.       Faktor yang mempengaruhi pendapatan nasional.................................................... 8

BAB III
PENUTUP........................................................................................................................... 10
Kesimpulan ......................................................................................................................... 10

Daftar Pustaka..................................................................................................................... 11

                              .








BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar belakang
             Seorang manusia membutuhkan materi (uang) untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang begitu banyak. Materi (uang) sangat berkaitan dengan pendapatan, dalam hal ini materi (uang) merupakan salah satu bentuk pendapatan. Lalu apa itu pendapatan? Dalam pengertian umum, pendapatan adalah hasil pencaharian berupa uang atau materi lainnya yang didapat dari suatu usaha, yang kemudian akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Jadi, pendapatan memegang peranan penting dalam kehidupan seorang manusia, dengan pendapatan yang berupa materi mereka dapat membuat peramalan, perencanaan, dan pengaplikasian yang lebih baik dalam kehidupannya, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan hidupnya. Contoh, seorang pegawai negeri memperoleh pendapatan (gaji) setiap bulan, dari jumlah pendapatannya itu dia akan membuat suatu anggaran pengeluaran seperti biaya makan, listrik, air, dan lain-lain untuk jangka waktu satu bulan. Dia akan berusaha untuk memenuhi kebutuhannya sesuai dengan banyaknya pendapatan yang diperoleh.
              Pendapatan menjadi aspek yang sangat penting dari setiap bentuk usaha. Di Negara kita ini, berbagai sektor usaha seperti pertanian, perkebunan, industri, pariwisata, perbankan dan masih banyak sektor yang lain berlomba-lomba menghasilkan pendapatan yang tinggi guna menghidupi usaha yang mereka jalani agar tetap bisa bertahan. Di lain sisi, kegiatan perekonomian yang dilakukan oleh berbagai sektor tersebut juga akan memberikan pendapatan nasional bagi Negara.
Pendapatan nasional adalah ukuran nilai output berupa barang dan jasa yang dihasilkan suatu Negara dalam periode tertentu atau jumlah seluruh pendapatan yang diterima oleh masyarakat dalam suatu Negara dalam satu tahun. Pendapatan nasional memiliki peran yang sangat vital bagi sebuah Negara, karena pendapatan nasional merupakan salah satu tolok ukur keberhas ilan perekonomian suatu Negara. Dengan pendapatan nasional, akan terlihat tingkat kemakmuran suatu Negara, semakin tinggi pendapatan nasional suatu Negara maka dapat dikatakan semakin tinggi juga tingkat kesejahteraan rakyatnya.
Namun, sesungguhnya pendapatan nasional suatu Negara tidak dapat sepenuhnya dijadikan sebagai indikator naiknya tingkat kesejahteraan rakyat di suatu negara. Sebagai contoh, meskipun pendapatan nasional Indonesia pada tahun 2010 naik dari tahun sebelumnya, tetapi tetap saja masih (sangat) banyak rakyat Indonesia yang sampai saat ini hidup di bawah garis kemiskinan. Mengapa hal itu bisa terjadi? Tentu kita harus mencermati bahwa pendapatan nasional merupakan kumpulan pendapatan dari setiap kegiatan perekonomian berbagai sektor yang terdapat pada suatu negara dalam periode satu tahun, jadi ada kemungkinan terjadinya kesenjangan pendapatan antar daerah di Negara ini. Kesenjangan pendapatan antar daerah terjadi dapat disebabkan oleh letak geografis suatu daerah, tingkat kecerdasan rakyat pada suatu daerah, dan jumlah lapangan kerja di suatu daerah. Nah, kesenjangan pendapatan antar daerah inilah yang menyebabkan tingkat kemiskinan di Indonesia masih sangat tinggi.

B.     Rumusan Masalah
                 Bertolak dari latar belakang masalah di atas maka ada beberapa rumusan masalah yang akan dibahas lebih lanjut pada BAB berikutnya. Rumusan masalah yang dimaksud adalah sebagai berikut:
1.      Pendapatan nasional yang meliputi:
a.       Pengertian pendapatan nasional
b.      Konsep pendapatan nasional
c.       Penghitungan pendapatan nasional
d.      Manfaat penghitungan pendapatan nasional
e.       Faktor-faktor yang mempengarhi pendapatan nasional
2.      Pengeluaran agregat

C.     Tujuan Penulisan      
                  Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah selain untuk memenuhi tugas dari dosen mata kuliah Pengantar Ilmu Ekonomi juga sebagai tambahan referensi dan wacana bagi teman-teman yang ingin mencari informasi tambahan mengenai materi pendapatan nasional dan pengeluaran agregat.








BAB II
PEMBAHASAN

A.   Pendapatan Nasional

  Berikut akan dijelaskan beberapa penjelasan mengenai segala hal yang menyangkut pendapatan nasional.

a.       Pengertian Pendapatan nasional
Pendapatan nasional adalah ukuran nilai output berupa barang dan jasa yang dihasilkan suatu Negara dalam periode tertentu atau jumlah seluruh pendapatan yang diterima oleh masyarakat dalam suatu Negara dalam satu tahun. Pendapatan nasional memiliki peran yang sangat vital bagi sebuah Negara, karena pendapatan nasional merupakan salah satu tolok ukur keberhasilan perekonomian suatu Negara. Dengan pendapatan nasional, akan terlihat tingkat kemakmuran suatu Negara, semakin tinggi pendapatan nasional suatu Negara maka dapat dikatakan semakin tinggi juga tingkat kesejahteraan rakyatnya. Namun, sesungguhnya pendapatan nasional suatu Negara tidak dapat sepenuhnya dijadikan sebagai indikator naiknya tingkat kesejahteraan rakyat di suatu Negara. Sebagai contoh, meskipun pendapatan nasional Indonesia pada tahun 2010 naik dari tahun sebelumnya, tetapi tetap saja masih (sangat) banyak rakyat Indonesia yang sampai saat ini hidup di bawah garis kemiskinan

b.      Konsep Pendapatan Nasional
Berikut adalah beberapa konsep pendapatan nasional
·         1. Produk Domestik Bruto (GDP)
Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.

·         2. Produk Nasional Bruto (GNP)
Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.

·         3. Pendapatan Nasional Neto (NNI)
Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.
·         4. Pendapatan Perseorangan (PI)
Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).
·         5. Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.

c.       Penghitungan Pendapatan Nasional
Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:
·         Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.
                                         
·         Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industri, agraris, ekstraktif, jasa, dan niaga selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi).
·         Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga (Consumption), pemerintah (Government), pengeluaran investasi (Investment), dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor ( )
Rumus menghitung pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut :
g = {(PDBs-PDBk)/PDBk} x 100%
g = tingkat pertumbuhan ekonomi PDBs = PDB riil tahun sekarang PDBk = PDB riil tahun kemarin
Contoh soal :
PDB Indonesia tahun 2008 = Rp. 467 triliun, sedangkan PDB pada tahun 2007 adalah = Rp. 420 triliun. Maka berapakah tingkat pertumbuhan ekonomi pada tahun 2008 jika diasumsikan harga tahun dasarnya berada pada tahun 2007 ?
jawab :
g = {(467-420)/420}x100% = 11,19%



d.      Manfaat Penghitungan Pendapatan Nasional
Bila data pendapatan nasional diketahui, maka akan memberikan dampak bagi kondisi perekonomian dalam suatu Negara. Berikut ini beberapa dampak diketahuinya pendapatan nasional bagi kondisi perekonomian dalam negeri :
·         Dengan mengetahui data pendapatan nasional, pemerintah dapat menelaah kembali struktur perekonomian yang kemudian dapat dijadikan bahan untuk membuat kebijakan guna meningkatkan kondisi perekonomian di Negara ini.
·         Dengan data pendapatan nasional, pemerintah dapat mengetahui tingkat penyebaran pendapatan yang kurang merata antar daerah, dengan begitu pemerintah dapat membuka lapangan kerja baru di daerah yang berpendapatan rendah dengan tujuan mengurangi pengangguran dan kemiskinan serta pendapatan antar daerah juga akan lebih merata. Sehingga kondisi perekonomian di Negara ini dapat ditingkatkan.
·         Dengan data pendapatan nasional, pemerintah dapat menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekonomian terhadap pendapatan nasional. Maksudnya, pemerintah dapat meningkatkan sektor-sektor tertentu yang kurang memberikan kontribusi bagi pendapatan nasional agar dapat lebih berkontribusi terhadap pendapatan nasional untuk masa yang akan datang, serta dapat menentukan sektor mana saja yang menjadi andalan untuk meningkatkan pendapatan nasional.
·         Dengan data pendapatan nasional, pemerintah dapat membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu, sehingga dapat dijadikan sebagai landasan perumusan kebijakan untuk meningkatkan kondisi perekonomian di Negara ini untuk masa yang akan datang.
Semua hal di atas bermuara pada satu tujuan bersama yaitu peningkatan kondisi perekonomian Negara ini dan peningkatan kesejahteraan rakyat. Semoga dengan segala perbaikan yang akan dilakukan pemerintah, Negara kita dapat meningkatkan pendapatan nasionalnya di masa yang akan datang dan dibarengi dengan kenaikan tingkat kesejahteraan rakyat.




e.       Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Nasional
·         Permintaan dan penawaran agregat
Permintaan agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan permintaan terhadap barang-barang dan jasa sesuai dengan tingkat harga. Permintaan agregat adalah suatu daftar dari keseluruhan barang dan jasa yang akan dibeli oleh sektor-sektor ekonomi pada berbagai tingkat harga, sedangkan penawaran agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan penawaran barang-barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan dengan tingkat harga tertentu.
Jika terjadi perubahan permintaan atau penawaran agregat, maka perubahan tersebut akan menimbulkan perubahan-perubahan pada tingkat harga, tingkat pengangguran dan tingkat kegiatan ekonomi secara keseluruhan. Adanya kenaikan pada permintaan agregat cenderung mengakibatkan kenaikan tingkat harga dan output nasional (pendapatan nasional), yang selanjutnya akan mengurangi tingkat pengangguran. Penurunan pada tingkat penawaran agregat cenderung menaikkan harga, tetapi akan menurunkan output nasional (pendapatan nasional) dan menambah pengangguran.

·         Konsumsi dan tabungan
Konsumsi adalah pengeluaran total untuk memperoleh barang-barang dan jasa dalam suatu perekonomian dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun), sedangkan tabungan (saving) adalah bagian dari pendapatan yang tidak dikeluarkan untuk konsumsi. Antara konsumsi, pendapatan, dan tabungan sangat erat hubungannya. Hal ini dapat kita lihat dari pendapat Keynes yang dikenal dengan psychological consumption yang membahas tingkah laku masyarakat dalam konsumsi jika dihubungkan dengan pendapatan.
·         Investasi
Investasi, atau secara lebih spesifik investasi domestik swasta bruto, adalah belanja pada barang kapital baru dan tambahan untuk persediaan.
Contohnya : bangunan dan mesin baru yang dibeli perusahaan untuk menghasilkan barang dan jasa. Pengeluaran untuk investasi merupakan salah satu komponen penting dari pengeluaran agregat.











BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
            Bertolak dari latar belakang di atas maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1.      Pendapatan nasional adalah ukuran nilai output berupa barang dan jasa yang dihasilkan suatu Negara dalam periode tertentu atau jumlah seluruh pendapatan yang diterima oleh masyarakat dalam suatu Negara dalam satu tahun.
2.      Konsep pendapatan nasional adalah sebagai berikut produk domestik bruto (GDP), produk sasional bruto (GNP), pendapatan nasional netto (NNI), pendapatan perseorangan (PI), Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI).
3.      Cara untuk menghitung pendapatan nasional dengan cara pendekatan produksi, pendekatan pendapatan, dan pendekatan pengeluaran.
4.      Manfaat penghitungan pendapatan nasional adalah agar pemerintah dapat menelaah kembali struktur perekonomian yang kemudian dapat dijadikan bahan untuk membuat kebijakan, dapat mengetahui tingkat penyebaran pendapatan yang kurang merata antar daerah, dengan begitu pemerintah dapat membuka lapangan kerja baru di daerah yang berpendapatan rendah, pemerintah dapat menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekonomian terhadap pendapatan nasional. Maksudnya, pemerintah dapat meningkatkan sektor-sektor tertentu yang kurang memberikan kontribusi bagi pendapatan nasional, dapat membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu, sehingga dapat dijadikan sebagai landasan perumusan kebijakan.
5.      Faktor yang mempengaruhi pendapatan nasional adalah permintaan dan penawaran agregat, konsumsi dan tabungan, dan investasi.
6.      Pengeluaran Aggregate dapat dikelompokkan atas empat komponen, yaitu pengeluaran konsumsi rumah tangga, pengeluaran invesatasi oleh pengusaha (bisnis), pengeluaran pemerintah, dan permintaan luar negeri.







DAFTAR PUSTAKA



id.wikipedia.org/wiki/Pendapatan_nasional



Senin, 21 Oktober 2013

pantai kampung laut. yah itu lah yang biasa kami sebut untuk sebuah pulau pasir yang diameternya kira2 1 kilo yang berada tepat didepan pemukiman masayarakat kecamatan kuala jambi lebih tepatnya sebelah timur dari kelurahan tanjung solok.
setiap lebaran idul adha semua orang beramai-ramai mengunjungi pantai ini. baik itu dari sabak timur sperti lambur,nipah,sadu juga kecamatan lainnya tidak ketinggalan sperti mendahara, bahkan dari kota jambi pun ada. yang penting dia pernah ke kampung laut dan punya teman disini maka pasti diajak buat liburan dikampung laut itu sekalian berlebaran juga.
tidak cukup sulit untuk mencapai tempat ini hanya dengan menggunakan kendaraan air baik itu pompong yang lazim digunakan penduduk sehari-hari untuk mencari ikan atau juga speedboat yang lebih dikenal dengan boat layang, yang kecepatannya jauh melebihi pompong karena memang digunakan untuk sarana transportasi air.
jika dari jambi ingin ketempat ini cukup hanya pergi ke loket mobil jurusan kuala jambi kalau sekarang ongkosnya sekitar 40000 an lah langsung sampai ditempat.
pantai ini sangat cocok untuk yang biasa suka foto2 apalgi jika mw pre wedding bagus tu buat jadi latarnya coba aja deh.
memang dipantai ini tidak ada yang namanya kantin atau orang jual-jualan gitu, yah sekedar jalan aja tapi enaknya ya itu dia gratis tis tis cuma nyewa speedboat aja yang bayar  kalau ikut pompong mlah tidak dikenakan biaya karena mereka juga tujuannya sama yakni yang punya pompong maksudnya. orang kampung laut tu baik2 kok. (termasuk saya.. hehehe)
dan satu lagi pantai ini ramainya cuma pas lebaran haji aja klu hari2 biasa mah sepi cuma palingan orang main bola disini..



makalah matematika ekonomi FUNGSI LINIER



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang

      Apabila kita cermati, hampir semua fenomena yang terjadi di jagad raya ini mengikuti hukum sebab akibat. Adanya pergantian siang dan malam adalah sebagai akibat dari perputaran matahari pada porosnya. Jarak (S) yang ditempuh oleh suatu mobil misalnya, dipengaruhi oleh waktu tempuhnya (t).
 Demikian juga demand (d) konsumen dipengaruhi oleh quantity (q) barang dan price(p) nilai harga yang ada di pasaran. Dalam bahasa matematika dapat dinyatakan bahwa jarak adalah fungsi dari waktu, demand merupakan fungsi dari jumlah dan harga barang. Ini berati begitu pentingnya pemahaman fungsi dalam menjelaskan fenomena jagad raya ini.
Namun demikian apabila kita lihat pembelajaran di sekolah, tidak sedikit siswa yang menemui kesulitan dalam pembelajaran konsep-konsep tentang fungsi linear sehingga kami ditugaskan membuat makalah yang diberikan oleh Guru kepada kelompok kami yaitu pembuatan makalahtentang”FUNGSILINEAR.

B. Tujuan

1. Makalah ini dibuat dengan tujuan meningkatkan wawasan dan kemampuan mahasiswa agar tidak mendapatkan kesulitan dalam pembelajaran matakuliah tentang matematika ekonomi .

2. untuk mendapat tambahan nilai tugas matakuliah matematika ekonomi.

C. Ruang Lingkup

Ruang lingkup materi yang dibahas dalam makalah ini adalah fungsi linear










BAB II
PEMBAHASAN
FUNGSI LINIER
A. Persamaan Fungsi Linier
Bentuk umum fungsi linier :
            ax + by + c = 0...........................................................................................(1)
Curam/gradien (m) :


http://www.ut.ac.id/html/suplemen/espa4112/Fungsi_Linier_files/rumus2.JPG
.................................... (2)


Persamaan garis yang melalui dua titik :


http://www.ut.ac.id/html/suplemen/espa4112/Fungsi_Linier_files/rumus31.JPG


              atau :


http://www.ut.ac.id/html/suplemen/espa4112/Fungsi_Linier_files/rumus32.JPG



              dimasukkan ke persamaan 2 :


http://www.ut.ac.id/html/suplemen/espa4112/Fungsi_Linier_files/rumus33.JPG

............................................ (3)












Contoh :
1.  Tunjukkan persamaan garis yang melalui titik (2,5) dan (4,3).
     Jawab :


http://www.ut.ac.id/html/suplemen/espa4112/Fungsi_Linier_files/contoh1.JPG


2.  Tunjukkan persamaan garis yang melalui titik (3,2) dan (5,6).
     Jawab :


http://www.ut.ac.id/html/suplemen/espa4112/Fungsi_Linier_files/contoh2.JPG








3.  Tunjukkan persamaan garis yang melalui titik (-6,3) dan memiliki
     gradien 4 !
     Jawab :
                 y - y1 = m(x - x1)
                  y - 3 = 4(x+6)
                  y - 3 = 4x + 24
                        y = 4x + 24 + 3
                        y = 4x + 27

4.  Tunjukkan persamaan garis yang melalui titik (12,10) dan
     memiliki gradien -3 !
     Jawab :
                 y - y1 = m(x - x1)
                 y - 10 = -3(x-12)
                 y - 10 = -3x + 36
                         y = -3x + 36 + 10
                         y = -3x + 46

Catatan :
  • Konstanta x yang bernilai positif menunjukkan garis bergradien positif atau bila digambarkan garisnya berbentuk lurus dari kiri bawah ke kanan atas.
  • Konstanta x yang bernilai negatif menunjukkan garis bergradien negatif atau bila digambarkan garisnya berbentuk lurus dari kiri atas ke kanan bawah.
  • Konstanta x menunjukkan gradien garis.
       Contoh :
                    y = 4x + 27
                    gradien garisnya 4
                    y = -3x + 46  
                  gradien garisnya -3.

B. Hubungan Antara Dua Garis Lurus


Hubungan
Bila
Berimpit
Persamaan yang satu merupakan kelipatan persamaan yang lain
Sejajar
Curam (m) sama
Berpotongan tegak lurus
m1 . m2 = -1


Contoh :
1.  Tentukan hubungan antara garis 4x-2y-10=0 dengan garis :
      a.  8x-4y-36=0
           Jawab :
                garis 1 :

http://www.ut.ac.id/html/suplemen/espa4112/Fungsi_Linier_files/Bcontoh1a1.JPG


                 garis 2 :

http://www.ut.ac.id/html/suplemen/espa4112/Fungsi_Linier_files/Bcontoh1a2.JPG


     Karena m1 = m2 = 2 maka hubungan antara kedua garis adalah
     sejajar.


      b.  8x-4y-20=0
           Jawab :
                      Karena garis 8x-4y-20=0 merupakan kelipatan dari garis
                      4x-2y-10=0 maka hubungannya adalah berimpit.


      c. 2x+4y-10=0
          Jawab :
                 garis 2 :


http://www.ut.ac.id/html/suplemen/espa4112/Fungsi_Linier_files/Bcontoh1c2.JPG


                garis 1 :
                y = 2x - 5
                maka, m1=2  dan  m2=-0,5
                m1 . m2 = -1
                2 . (-0,5) = -1

          Jadi hubungan antara dua garisnya adalah berpotongan tegak lurus.


C. Perpotongan

Titik perpotongan antara dua garis adalah suatu titik di mana persamaan garis pertama sama dengan persamaan garis kedua.
Contoh :
1.  Garis y=2x-5 berpotongan dengan garis y=3x+10 pada titik?
     Jawab :
              y1 = y2
              2x - 5 = 3x + 10
              2x - 3x = 10 + 5
                     -x = 15
                      x = -15

              Jika x = 15
              maka : y = 2x - 5
                           = 2 (-15) - 5
                           = -35
               Jadi garis y = 2x - 5 dan y = 3x + 10 saling berpotongan
               pada titik (-15,-35)

Titik perpotongan antara dua garis juga dapat dicari dengan metode eliminasi.
Contoh :
2.  Carilah titik perpotongan antara garis 2x-4y+5=0 dan 4x-6y-2=0 !
     Jawab :

http://www.ut.ac.id/html/suplemen/espa4112/Fungsi_Linier_files/Bcontoh2.JPG

       
             y = 6
             2x - 4(6) + 5 = 0
             2x - 24 + 5 = 0
                     2x = 24 - 5
                     2x = 19
                       x = 9,5 
         Jadi garis 2x-4y+5=0 berpotongan dengan garis 4x-6y-2=0
         pada titik (9,5 , 6).

Titik perpotongan juga bisa dicari dengan metode substitusi.
Contoh :
3.  Carilah titik potong antara garis 6x - 2y - 4  =0 dengan
     garis 4x - y + 5 = 0 !
     Jawab :
             6x - 2y - 4 = 0
             2y = 6x - 4
               y = (6x - 4)/2
               y = 3x - 2       ............... (a)
             
              Persamaan a kita masukkan ke persamaan kedua :
              4x - y +5 = 0
              4x - (3x - 2) + 5 = 0
              4x - 3x + 2 + 5 = 0
              x + 7 = 0
              x = -7

              Maka,
              6x - 2y - 4 = 0
              6(-7) - 2y - 4 = 0
              -42 - 2y - 4 = 0
              2y = -46
                y = -23
            
               Jadi garis 6x-2y-4=0 dengan garis 4x-y+5=0 berpotongan
               pada titik (-7,-23).















DAFTAR PUSTAKA
Dumairy, Ning.2011.Matematika Terapan untuk Bisnis dan Ekonomi.Yogyakarta:BPFE-
Yogyakarta.